Selama dua periode GKR Condrokirono menduduki kursi ketua Karang Taruna DIY. Lewat karang taruna, lulusan Charles Sturt University, Australia,  melihat masih banyak pekerjaan di bidang kepemudaan. Gusti Condro prihatin anak-anak muda kurang memelihara kebudayaan, termasuk bahasa daerah mereka.

"Padahal anak muda adalah cerminan negara ke depan," tandasnya.

 Gusti Kirono berharap, keraton bisa menjadi pusat edukasi bagi masyararakat sekitar, bahkan mancanegara. Istilahnya, wong Jawa aja lali jawane.

"Keraton bisa menjadi titik agar orang tahu akarnya," paparnya.

Beliau juga berupaya agar Yogyakarta bisa berdiri tegak melintas zaman dengan keunikannya.