Baca Juga: Dekat dengan Konstituen, Dua Politisi Golkar Terpilih Empat Periode jadi Anggota DPRD Muna
Rekomendasi ini dianggap tidak memenuhi standar administrasi karena tidak mencantumkan nomor surat, tanda tangan sekretaris, serta tujuan yang jelas.
Situasi makin rumit ketika pada 26 September 2024, Menteri Investasi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengeluarkan rekomendasi baru yang mencalonkan Yuliadin, dengan 1.204 suara, untuk jabatan tersebut.
Namun, tak lama kemudian, pada 30 Oktober 2024, Bahlil kembali mengeluarkan rekomendasi bagi Mararusli Sihaja, yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan La Bakrie.
Zainuddin menduga, keluarnya rekomendasi dengan nama-nama yang berbeda secara berulang kali, dan adanya kedekatan kekerabatan antara beberapa pihak, memunculkan kecurigaan adanya praktik nepotisme dalam proses penentuan Ketua DPRD Buton.
