Hamzah kemudian menyinggung pernyataan Ketua DPD I Partai Golkar, Herry Asiku, yang menyampaikan terkait rekomendasi bakal calon. Berdasarkan rekomendasi itu, ada dua nama lain di luar Golkar, yakni Sintya Giona Nur Alam dan Siska Karina Imran.
Sosok AJP, kata Hamzah, merupakan kader tulen Golkar yang telah membuktikan kesetiaanya kepada partai. Kapasitas AJP tidak diragukan dan ia turut menyumbang kursi untuk Partai Golkar di DPRD Sultra periode 2019-2024 dan 2024-2029.
“Kalau Partai Golkar konsisten untuk kadernya, wajib untuk AJP. Sebab beliau bukan baru kemarin menyatakan untuk maju calon Wali Kota Kendari, tapi sudah tiga tahun yang lalu beliau menyatakan siap maju dan seluruh pengurus Golkar Sultra mengetahui itu. Kenapa di akhir penentuan Golkar DPD I mewacanakan non kader,” kritik Hamzah.
Hamzah menyebut Partai Golkar sebagai partai tertua di negara ini, sehingga segala keputusannya mengacu pada AD/ART partai serta melihat kemampuan kadernya secara universal.
“Harapan saya harus kader yang sudah teruji kekaderannya,” harap Hamzah.
