"Lebih baik kalau ada itu uang kita konsolidasi saja, sebab rugi kan kalau kita beli partai, apalagi kalau ada partai yang pasang target sepuluh sampai lima belas kursi, belum lagi partai yang hanya satu kursi tapi setengah mati, mintanya Rp 1 miliar. Kan rugi kita," ucap Yoakim.

"Pengalaman Pak Sebastian Salang lalu hanya tinggal satu kursi mau pas jadi calon bupati, tetapi paginya minta Rp 1 miliar dan sorenya minta Rp 2 miliar, besoknya lagi minta Rp 3 miliar, padahal hanya mau beli satu kursi saja," sambungnya menerangkan.

Mengurus Pilkada 2024, kata Yoakim, memang merupakan satu pekerjaan berat tetapi jika Golkar satu hati dan satu tekad, maka semuanya mudah. Oleh karena itu, Golkar selatan dan Golkar utara harus bersatu.

Baca Juga: Ridwan Bae Masih Mau Nyaleg Lagi di 2024

"Dua hari lalu kita kukuhkan pengurus di Kecamatan Satarmese dan hari ini di Kecamatan Reok. Oleh karena itu, wilayah selatan dan utara ini harus bersatu mengibarkan panji-panji Golkar sampai di pelosok desa dan kelurahan" ujar Yoakim.