Memanfaatkan orbit rendah Bumi, satelit proyek ini mampu menyerap energi surya hingga delapan kali lebih banyak dibanding di darat, dengan visi menghubungkan konstelasi satelit demi menangani beban kerja AI raksasa di masa depan.

Google menegaskan, proyek jangka panjang ini pada intinya dihadirkan untuk memastikan bahwa dampak positif kecerdasan buatan dapat dinikmati oleh semua orang.

Perlombaan Data Center Luar Angkasa

Di tengah krisis lonjakan kebutuhan energi dan air untuk server di bumi, konsep pusat data orbital mulai dilirik, menyusul ambisi serupa yang sebelumnya telah digaungkan oleh Elon Musk (SpaceX) dan Jeff Bezos (Blue Origin).

Blue Origin kini tengah mengembangkan teknologi pusat data AI antariksa, sementara SpaceX menyiapkan versi upgrade satelit Starlink untuk menampung beban kerja komputasi.