Sontak, hal tersebut membuat netizen ramai-ramai berkomentar. Salah satunya adalah @bonopuspita yang menulis, "Saya tahun 1997 pernah masuk ke gua saparwadi dan dinyatakan hilang oleh Basarnas pada waktu itu. Padahal saya tidak hilang tapi memang benar tembus ke Mekah."

Dalam ceritanya, ia melanjutkan, "Pada waktu itu, saat saya menelusuri gua saparwadi, nampak di depan lorong bercabang dan ada cahaya putih. Hingga saya datangi dan ternyata saya tersedot ke dalam cahaya tersebut, sampai saya berputar-putar spiral kurang lebih selama 2 menit, dan bruuk... tiba-tiba tubuh saya terhempas di sebuah tugu di atas bukit Jabal Rahmah."

Lebih lanjut, ia menulis, "Saya sempat bingung dan sedikit pusing kepala hingga saya clingak-clinguk belum sadar sedang berada dimana. Saya kaget begitu ada yang menegur dari belakang, setelah saya perhatikan ternyata orang itu Arab Badui. Terjadilah dialog yang mana bahasa Arab saya belepotan. Akhirnya saya baru tahu dari orang Arab Badui kalau saya itu ada di Jabal Rahmah."

Ia juga menambahkan, "Sayangnya, momen penting ini tidak terdokumentasi karena belum ada hp Android di tahun 1997. Hingga saat ini, kisah ini saya pendam dan menjadi perjalanan mistis. Oh iya, saya di Mekah waktu itu tinggal selama 1 tahun pulang ke Indonesia pasca reformasi."

Komentar tersebut mengundang reaksi netizen lain. Beberapa meragukan kebenaran cerita ini, seperti @zharstudio yang menulis, "Ah yang bener bisa tembus ke Mekah? Hati-hati salah baca wiridnya bisa nyasar ke Brebes,"Tasikmalaya dan @debbycrisna yang bertanya, "Pertanyaannya mana tunjukkan wajah gurunya yang ajarin mereka semua."