Menurutnya, kondisi ekonomi yang masih mengalami tekanan beberapa tahun terakhir menjadikan UMKM sebagai sektor yang harus diperkuat, bukan sekadar dibina secara formalitas.

Setelah meninjau langsung stand pameran produk Dekranasda, Andi Sumangerukka menyatakan optimis produk kerajinan Sultra memiliki standar kompetitif.

“Kualitas dan desain produk kita sudah sangat baik. Kita tidak kalah dengan provinsi lain. Sekarang tinggal keberlanjutan: siapa yang memasarkan, bagaimana UMKM ini naik kelas,” ujarnya.

ASR bersama Ketua Dekranasda Sultra, Arnita Nila Hapsari. Foto: PPID Sultra

 

Ketua Dekranasda Sultra, Arinta Nila Hapsari, menyebut saat ini tercatat sekitar 3.500 perajin yang tersebar di kabupaten/kota.