Ali Mazi mengungkapkan, Merdeka Belajar adalah harapan dari para guru untuk motivasi terkait teori dan aplikasi. Diharapkan agar para guru dapat bekerja lebih maksimal dalam memberikan pendidikan kepada para murid.
“Menjadi seorang guru sangat tidak mudah. Kita mendidik para murid yang belum mengerti dan sangat polos, sehingga menjadi guru pendidik adalah tantangan yang besar dan sangat mulia profesinya,” katanya.
Ali Mazi menambahkan, kurikulum Merdeka Belajar sangat berkaitan dengan Sultra Cerdas, salah satu program dirinya bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara, Yusmin, sangat mendukung kurikulum Merdeka Belajar sebagai kurikulum nasional pada tahun 2024.
Baca Juga: Seks di Luar Angkasa Ternyata Bahaya, ini Alasannya Menurut Ilmuwan
