Kata Khofifah, saat ini yang menjadi pekerjaan rumah (PR) di Jatim adalah tingginya angka kematian pasien COVID-19. Khofifah juga meminta adanya keterlibatan lebih intensif aparat yang di bawah selama PPKM.
"Apakah Babinsa, Babinkamtibmas, kemudian Lurah, Kades menjadi sangat penting. Tokoh masyarakat, relawan, untuk menyampaikan kembali, jangan pernah menganggap enteng COVID-19," tegas wanita yang juga Ketum Muslimat NU ini.
Lebih lanjut, Khofifah menambahkan, seluruh tenaga kesehatan telah bekerja luar biasa, terbukti dengan meningkatnya angka kesembuhan pasien COVID-19. Begitu juga dengan TNI, Polri, sudah melakukan langkah langkah preventif.
"Terlihat dari angka kasus di Jawa Timur ini sudah nomer 4, tertinggi DKI, kedua Jawa Barat, ketiga Jawa Tengah, keempat baru Jawa Timur," jelasnya. (B)
Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan
