Meskipun Kemenkes menyatakan bahwa Subvarian Omicron XBB tidak menimbulkan gejala berat, namun Gubernur Khofifah tetap meminta semuanya waspada, tidak perlu panik, yang bekerja tetap bekerja, yang belajar tetap belajar dengan menjaga protokol kesehatan.
“Perekonomian dan aktifitas masyarakat sudah berangsur normal, kondisi ini yang harus terus dijaga. Saya imbau semua yang bekerja, belajar, maupun aktivitas sosial keagamaan, budaya dan sebagainya tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang terjaga,” tegasnya.
“Bahkan, Pak Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga telah menyampaikan prediksi bahwa puncak gelombang COVID-19 Subvarian Omicron XBB akan terjadi pada Desember 2022-Januari 2023. Ini tentu harus jadi kewaspadaan kita bersama,” imbuh Khofifah.
Sejak pertama kali ditemukan, sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron XBB termasuk Indonesia. Hingga kini, tercatat delapan kasus Covid varian XBB terdeteksi di Indonesia.
Baca Juga: Cukai Tembakau Dinaikkan, DPR Nilai Pemerintah Tak Pro Petani Tembakau
