"Tawuran ini sudah terlalu sering terjadi dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Setelah pertemuan ini, kami akan pastikan para siswa mengerti bahwa sekolah adalah tempat untuk belajar, bukan untuk bertengkar,” tegasnya, Selasa (19/8/2025).
Baca Juga: Maimo Caffe dan Bistro Hadirkan Suasana Industrial Tropis Modern juga Elegan
“Jika masih ada yang terlibat dalam tawuran, sekolah harus bertanggung jawab," tambah Sumangerukka.
Purnawirawan TNI Bintang dua ini juga meminta ada perubahan sikap dan mentalitas siswa agar mereka dapat menjaga persatuan dan kekeluargaan di sekolah.
"Sekolah harus menjadi keluarga kedua bagi siswa. Jangan ada lagi tawuran, jangan ada lagi yang merasa dirinya bukan bagian dari teman atau saudaranya," harapnya.
