Kepala SMK Negeri 2 Kendari, Ahmad Mustapa, menyampaikan bahwa selaku sekolah yang terlibat dalam pertemuan tersebut, ia menghadirkan sekitar 800 siswa dari sekolahnya mengikuti pengarahan dari gubernur.
Meskipun anak didiknya tidak terlibat dalam insiden tawuran, Mustapa mengapresiasi upaya Gubernur Sulawesi Tenggara untuk memberikan penyuluhan dan arahan kepada pelajar guna mencegah aksi kekerasan.
"Pertama, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah menginisiasi kegiatan ini. Meskipun kejadian-kejadian kemarin tidak melibatkan anak-anak kami, kami mendukung penuh langkah ini sebagai bentuk pencegahan kekerasan di kalangan pelajar," kata Mustapa.
Mustapa juga mengungkapkan keprihatinannya terkait stigma negatif yang sering dilabelkan kepada SMK Negeri 2 Kendari.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah selama ini berupaya keras untuk membina mental dan disiplin siswa agar tidak terlibat dalam tindakan kekerasan.
