Namun, menurutnya, seringkali pelaku tawuran menggunakan identitas SMK 2 Kendari, meskipun mereka bukan siswa dari sekolah tersebut.
"Ini yang sangat kami sayangkan, banyak kejadian yang seolah-olah melibatkan siswa SMK 2, padahal mereka tidak terdaftar di sini. Mereka hanya menggunakan identitas sekolah kami. Kami sangat berharap stigma negatif ini bisa hilang," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Aris Badara, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa pertemuan dengan para siswa SMA/SMK akan dilakukan secara bergilir.
Baca Juga: Bening's Clinic Kendari Tumbuh Pesat, Andalkan Layanan Aman dan Edukatif
Setelah SMK 2, giliran SMA 12, SMK 1, dan SMA 4 Kendari akan mendapatkan pengarahan serupa.
