Azlan pun mengingatkan bahwa perubahan iklim tidak mengenal batas negara. Oleh karena itu, kolaborasi antarnegara dan sektor sangat penting untuk menghadapi dampaknya.

“Mahasiswa harus memiliki kepedulian yang kuat terhadap kondisi daerahnya. Fakultas Agama Islam dan FISIP bukan hanya mengajarkan masalah keagamaan atau sosial politik, tetapi juga tentang pentingnya menjaga lingkungan dan ketahanan pangan,” ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMK, Dr. Yusuf.

Yusuf berharap mahasiswa mengambil peran aktif dalam memecahkan masalah lingkungan dan ketahanan pangan, baik melalui penelitian, pengabdian masyarakat, maupun memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan pertambangan dan pengelolaan lingkungan.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMK, Patta Hindi Asis, juga memiliki harapan yang sama agar dilakukan kolaborasi antarberbagai fakultas di UMK untuk mencari solusi atas isu-isu global seperti perubahan iklim.

Ketahanan pangan dan manajemen lingkungan, kata Patta, harus menjadi perhatian utama dalam menghadapi perubahan iklim.