”Kok sekarang dikelola Pemerintah Provinsi tambah tak sejahtera,” herannya.
Tak hanya itu, sambung Azis, pihaknya berharap ada pakaian seragam bagi guru SMK se-Jatim dari Pemprov.
”Kami kalau mengajar tentunya menggunakan baju berbeda satu sama lain. Kami rindu punya seragam yang sama se-Jatim. Untuk menunjukkan identitas kami sebagai guru SMK,” harapnya.
Azis juga mengeluhkan mutasi guru yang tidak berdasarkan domisili dari guru tersebut.
”Kalau guru asalnya dari Trenggalek, bisa dimutasi di sekolah sekitaran Trenggalek saja. Bukan seperti saat ini tidak disesuaikan dengan domisili sehingga guru terasa berat di transportasi dan biaya hidup jika dipindah di luar domisili,” tutupnya. (B)
