"Kebetulan mobil saya memuat di samping rumah, kemudian buruh saya bertanya kepada anak saya, kenapa pipimu? Anak saya hanya diam nanti setelah ditanya oleh pamannya kemudian dia mengakui bahwa dipukul oleh guru Penjas," katanya dengan nada sedih, Rabu (25/10/2023).
Saat dikonfirmasi, korban LJ menjawab dengan singkat. "Saya dipukul pakai kayu," ucapnya.
Mendengar pengakuan tersebut, Kepala SMPN 1 Batauga, Wa Ode Saniati langsung memediasi masalah tersebut dan mengaku netral tidak memihak kepada siapapun. Ia juga sudah melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian dan Dinas Perlindungan Anak. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut Rabu (24/10/2023)kemarin.
Kepala SMPN 1 Batauga, dalam pernyataannya pihak sekolah sangat menyesalkan insiden tersebut.
"Kami tidak menerapkan metode disiplin dengan kekerasan. Tindakan tersebut benar-benar di luar kebijakan sekolah kami. Kejadian tersebut karena ini tidak patut dicontoh," bebernya.
