Baca juga: Anggota DPR Ir. Hugua Dicecar KPK Soal Dana Proyek Fiktif
Berdasarkan pemeriksaan atau visum luar pihak Puskesmas Moramo tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban.
"Namun, ditemukan adanya bekas jeratan kain pada leher serta ditemukannya kotoran dari dubur korban," ungkapnya.
Saat hendak dilakukan visum atau outopsi terhadap korban, pihak korban menolak. Penolakan tersebut termuat dalam berita acara yang ditandatangani oleh pihak keluarga korban.
"Berdasarkan keterangan keluarga, korban pernah di rawat di Rumah Sakit Jiwa Kendari karena mengalami depresi serta stres berat," tandasnya. (B)
