Sahria menerangkan, dirinya sesungguhnya bukan tidak menginginkan keberadaan Wa Ode Nurhafiah di SMP Negeri 10 Kendari.

Apalagi diakui Wa Ode Nurhafiah banyak membawa perubahan dilingkungan SMP Negeri 10 Kendari.

"Hanya terkadang bu KS selalu melaksanakan kehendak. Terkadang ada hal-hal yang disuruh kan ibu KS sangat sulit saya kerjakan apalagi membutuhkan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)," ujarnya.

Ia menyadari bahwa di jaman ini guru dituntut untuk bisa menguasai IPTEK.

"Kami yang umur 50 tahun ke atas masih mempelajari secara perlahan, sehingga terkadang kalau ada suruh dari ibu KS baru secara tiba-tiba dan harus cepat. Ini yang terkadang menjadi kendala bagi kami," pungkasnya.