Ia menjelaskan, pembelajaran yang berpusat pada siswa kini menjadi fokus utama sekolah. Karena itu, guru diharapkan tidak lagi menyamaratakan kemampuan siswa di dalam kelas.
Baca Juga: Mahasiswa Jurnalistik UHO Mulai Magang di Berbagai Perusahaan Media, Siap Hadapi Dunia Profesional
“Kita tahu bahwa setiap siswa memiliki tingkat pemahaman berbeda. Dengan pendekatan deep learning, semua siswa bisa terakomodir sesuai kemampuan belajarnya, baik yang cepat, lambat, maupun yang perlu bimbingan lebih lanjut,” jelasnya.
Menurut Budi, pembelajaran yang menyenangkan menjadi kunci agar siswa tertarik mengikuti materi yang diajarkan guru.
“Harapan kami, setelah pelatihan ini, pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa di masa depan. Guru harus memperhatikan karakteristik siswa, baik yang cepat tanggap, rata-rata, maupun yang membutuhkan waktu lebih lama dalam memahami materi,” pungkasnya. (C-Adv)
