“Tujuan workshop ini adalah menyamakan persepsi pembelajaran, membangun kolaborasi lintas mapel, dan guru-guru menyusun RPP kolaboratif,” ujarnya.

Setiap kelompok ditargetkan menghasilkan satu RPP kolaboratif. Namun, yang lebih penting, kata Rahmawati, adalah komitmen pelaksanaan dan bukan sekadar kelengkapan administrasi.

“Tidak hanya dokumen yang kita hasilkan, tapi komitmen agar tidak berhenti di kelengkapan administrasi saja. Bisa terbangun budaya kolaboratif. Harapannya SMK kita menghasilkan anak didik yang terampil dan profesional, baik komunikasi, karakter, dan lainnya,” jelasnya.

Kepala SMKN 4 Kendari, Herman, menambahkan terbitnya aturan terbaru pengembangan pembelajaran mendorong seluruh guru mulai menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam.

Model ini mengintegrasikan kemampuan berpikir, rasa, dan pembentukan karakter dalam proses belajar mengajar.