Selama dua hari kegiatan, guru menyusun perangkat ajar secara kolektif untuk diterapkan serentak pada tahun ajaran berikutnya.
Sekolah juga merencanakan pelibatan pihak industri dalam satu hingga dua bulan ke depan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
“Tujuannya agar lulusan SMK lebih siap masuk dunia kerja maupun membangun usaha mandiri,” kata Herman.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara. Ia menilai semangat kolaborasi guru menjadi modal penting peningkatan mutu pembelajaran.
Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial, mampu membangun kemitraan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
