Baca Juga: Grand Opening Toko Cahaya Timur di Pasar Panjang Wua-Wua Kendari, Promo hingga 50 Persen
“Penggunaan teknologi dan media sosial perlu diarahkan untuk pengembangan kapasitas dan kreativitas, bukan hanya hiburan. Guru minimal mampu mengarahkan siswa agar menggunakan teknologi secara tepat dan produktif,” ujarnya.
Aris juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas mata pelajaran normatif, adaptif, dan kejuruan dengan mapel kejuruan sebagai inti. Model ini dinilai dapat memperkuat kurikulum SMK dan akan dilaporkan ke dinas untuk ditindaklanjuti serta direplikasi di sekolah lain.
Implementasi awal direncanakan mulai diuji pada tahun ajaran berjalan, lalu diperluas pada tahun ajaran berikutnya.
Sekolah juga didorong menjaga komunikasi dengan orang tua dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung perkembangan peserta didik. (A-Adv)
