"Awalnya satu orang tidak suka, lalu dia cerita ke teman-temannya dan gurunya. Akhirnya murid itu dijauhi sekelas. Tapi sepupu saya, NM, tetap berteman dengan murid tersebut. Itu yang bikin dia juga akhirnya ikut dijauhi dan dibully," tutur Ica, Selasa (23/9/2025).
Alih-alih meredam konflik antarsiswa, guru II diduga ikut menyudutkan NM dan membiarkan siswa lain ikut membully. Dalam grup WA kelas, II menuliskan kalimat yang dinilai mengandung ancaman.
"Kita lihat sj apakah bisa nyaman hidupnya klu mrka hanya 3 org," tulis guru II dalam percakapan yang dibacakan ulang oleh sepupu korban.
Tidak terima dengan perlakuan rekan siswa lainnya dan guru II, orang tua NM pun mendatangi sekolah anaknya pada Senin (22/9/2025) untuk meminta klarifikasi langsung dari pihak guru dan kepala sekolah.
Namun, menurut keterangan keluarga, pertemuan tersebut tidak menghasilkan penjelasan yang memuaskan. Guru II disebut memberikan jawaban berbelit-belit dan menunjukkan sikap tak bersahabat ketika melihat NM datang bersama ibunya.
