Baca Juga: LPPM UHO Kendari Jadi Motor Penggerak Menuju Kampus Berdampak
"Begitu lihat NM datang sama mamanya, gurunya langsung tanya: ‘Kenapa datang sama mamamu? Mau pindahkah?’ Itu respons yang bikin kami makin heran," lanjut Ica.
Sementara itu, kepala SMPN 2 Sampara, menurut Ica, hanya menyarankan agar siswa-siswa yang terlibat meminta maaf kepada NM, tanpa memberikan tindakan tegas terhadap dugaan keterlibatan guru.
"Guru itu juga tidak minta maaf. Kepsek cuma minta grup dihapus dan minta salah satu siswa pemicu masalah untuk minta maaf. Tidak ada langkah lebih lanjut," tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, guru berinisial II belum memberikan respons atas konfirmasi yang dikirim oleh telisik.id melalui pesan WhatsApp. (C)
