Akibat kejadian ini, korban mengalami trauma berat. Orang tua korban menyatakan bahwa ON kini takut untuk kembali ke sekolah.

“Kemarin dia sudah tidak mau masuk sekolah, dan beberapa hari sebelumnya juga sudah merasa trauma,” ujar SS dengan nada penuh kesedihan.

Orang tua korban menduga pelaku merasa leluasa melakukan tindakan tersebut karena menganggap keluarga korban tidak memiliki pengaruh.

“Mungkin dia pikir, ini anak dari keluarga yang tidak berpengaruh,” tambah ayah korban.

Saat ini, pelaku dan korban berada di Polresta Kendari untuk penanganan lebih lanjut. Korban didampingi keluarga untuk pemeriksaan, sementara pelaku dalam proses interogasi oleh pihak kepolisian.