Bersyahadat dan menjadi seorang muslim bukan keputusan yang instan baginya. Katanya, ia butuh sebulan hingga mantap memeluk Islam.

Pergolakan batin Asila sudah muncul sejak sebulan yang lalu. Saat itu hatinya gusar dan terus penasaran untuk belajar Islam, tanpa alasan yang jelas. Perasaan aneh itu berkali-kali ia rasakan, berkali-kali juga ia elak.

Asila akhirnya mulai mempelajari Islam dan ibadah-ibadah yang dilakukan seorang muslim. Selama sebulan itu, ia banyak bertanya kepada teman-teman muslimnya seputar Islam, seperti salat, membaca Alquran, dan lainnya.

Asila akhirnya mantap dengan keputusannya untuk berpindah agama dan mengucap syahadat sebulan kemudian.

Asila tau keputusan tersebut akan mengecewakan hati orangtuanya. Ia saja baru memberi tau ayah dan ibunya tentang niatnya menjadi seorang muslim hanya dua hari sebelum ia mengucap syahadat.