KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah semarak Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVII di Kota Kendari, pesan sosial menggema dari panggung dakwah. Dua tokoh nasional, Habib Husein Ja’far Al-Hadar dan Alissa Wahid, mengajak para remaja untuk menunda pernikahan hingga benar-benar siap, baik secara mental maupun ekonomi.

Bukan khutbah berat, melainkan obrolan santai bertema “Cegah Kawin Anak dan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah)” yang dikemas dengan gaya ringan dan dekat dengan keseharian remaja. Ratusan peserta STQH, termasuk siswa SMA dan santri dari berbagai pesantren di Kendari, tampak antusias mengikuti sesi tersebut.

“Nikah itu bukan lomba cepat-cepat. Kalau cuma karena cinta, nanti gampang goyah. Harus ada tanggung jawab dan kesiapan batin,” ujar Habib Ja’far dengan gaya khasnya yang penuh humor namun sarat makna, Kamis (16/102025) belum lama ini.

Sementara itu, Alissa Wahid menyoroti masih maraknya praktik pernikahan dini di sejumlah daerah. Menurutnya, pencegahan pernikahan anak bukan semata urusan hukum, melainkan upaya menjaga masa depan generasi muda.

Baca Juga: Teras B2SA, Program Dinas Ketapang Kota Kendari untuk Kontrol Ketahanan Pangan Masyarakat