Disamping karena performa menteri-menteri Nasdem yang tidak teramat baik dalam penilaian kinerja, juga dilandasi berbagai fakta keputusan dan sikap Nasdem tidaklah sebagai pendukung pemerintah seperti telah disebutkan di atas.

Perseteruan Dua Partai

Jika diamati antara PDIP dan Nasdem memang telah terjadi ketidakharmonisan sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Perseteruan di antara keduanya adalah berebut pengaruh sebagai partai yang menjadi kepercayaan Presiden Jokowi. Dua periode pemerintahan Jokowi, kedua partai ini saling berganti posisi menjadi partai yang amat dekat dengan Presiden Jokowi.

PDIP awal periode Jokowi telah tersinggung. PDIP merasa Nasdem telah menerabas etika dengan mengusung Jokowi sebagai capres. Nasdem pun dalam posisi kuat sebagai partai yang dipercaya Jokowi. Nasdem dapat melindungi Presiden Jokowi dari serangan-serangan yang dilancarkan PDIP dan juga meminimalisir campur tangan PDIP sebagai partainya presiden terhadap pemerintahan.  

Ketika itu kursi menteri Nasdem memperoleh jatah tiga, kemudian bertambah menjadi empat. Hubungan Presiden Jokowi dengan PDIP juga tidaklah harmonis. PDIP menyatakan tidak akan terus mendukung pemerintahan, meski partainya pemerintah. PDIP memilih sebagai mitra kritis Presiden.