Memutus Hubungan Nasdem dan Jokowi
PDIP merasa pengaruh Nasdem masih begitu kuat terhadap Jokowi sebagai presiden. Nasdem lagi-lagi berupaya merecoki PDIP ketiga kalinya. Nasdem dan Presiden Jokowi memiliki kesamaan dalam pemikiran mengenai sosok capres potensial dari PDIP.
Diyakini keduanya keberatan jika calon kuat PDIP adalah Puan Maharani. Nasdem dan Jokowi memiliki keinginan Ganjar Pranowo yang layak didorong oleh PDIP sebagai capres bukanlah Puan Maharani.
PDIP sekarang tidak lagi sekadar diam. PDIP merasa cukup dua kali saja Nasdem merecoki urusan capres dari PDIP, Nasdem telah banyak mengambil keuntungan kala itu dengan mengusung Jokowi sebagai presiden dalam dua periode.
Nasdem sebagai partai baru langsung diperhitungkan dalam kancah politik nasional. Nasdem langsung lolos ambang batas parlemen. Nasdem juga langsung memperoleh peringkat yang tinggi yakni pada kali pertama keikutsertaan, ia memperoleh urutan ketujuh dari sepuluh partai, kemudian keikutsertaan kali kedua Nasdem memperoleh peringkat kelima dari sembilan partai.
