Nasdem diharapkan segera mundur dari kabinet. Motivasi Nasdem di pemerintah juga tidak lagi murni mendukung kebijakan pemerintah kecuali ingin terus mendapatkan sumber akses kementerian dan lembaga, hubungan relasi jaringan, dan tentu saja materi semata. Dilatari semangat ini, diperkirakan Koalisi Perubahan amat diperlambat oleh Nasdem untuk segera dideklarasikan.
Jika Nasdem tidak berkenan mundur, dengan narasi yang dibangun oleh Nasdem bahwa antara pendukung pemerintah 2014 dan persiapan koalisi Pilpres 2019 adalah hal berbeda. Maka setidaknya jumlah kursi dari Nasdem hanya disisakan satu saja, karena penilaian kinerja sosok menteri dari Nasdem yang juga tidak mendapatkan respons amat positif dari masyarakat, sehingga wajar hasil evaluasi dua kursi Nasdem ditarik.
Perseteruan dalam komunikasi antara PDIP yang menyerang Nasdem dalam upaya memengaruhi keputusan Presiden Jokowi mengenai reshuffle kabinetnya. PDIP berharap posisi Nasdem saat ini agar, habis manis, Nasdem dibuang, dengan realitas perilaku oleh Presiden Jokowi melalui reshuffle menteri-menteri Nasdem.
Harapan PDIP
PDIP tak sekadar berharap dapat mendongkel Nasdem dari kursi kabinet. Tetapi PDIP juga berharap jumlah kursi menteri mereka bertambah. PDIP juga berharap mengenai komposisi tentang penjatahan kursi menteri ini bisa dikendalikan oleh PDIP.
