Baca Juga: Ganjar Pranowo Diendorse, Ganjar Dihujat

PDIP ingin meneguhkan diri bahwa dengan alasan atas nama partai. Partai yang berhak mengusung capres, Jokowi berpartai di PDIP, tanpa PDIP maka Jokowi “kasihan dah.” Sehingga wajar jika hak prerogatif presiden, perlahan dapat digeser dibawah kendali PDIP.  

Apalagi narasi PDIP, Jokowi sebagai Presiden adalah Petugas partai, maka hak prerogatif Partai dalam penentuan menteri-menteri tidaklah salah. Jika tidak, maka minimal Jokowi menjadi petugas partai yang patuh atas semua keinginan PDIP, dengan misalnya mendiskusikan siapa calon yang berhak direshuffle maupun diangkat.

Keretakan di dalam Pemerintahan Jokowi memang benar dan nyata. Disebabkan lemahnya kepribadian Jokowi sebagai Presiden. Jokowi tidak sepenuhnya menyandarkan pemerintahan kepada rakyat sebagai pemilih.

Ia mengupayakan melindungi pemerintahan dengan mengikuti ayunan semata dari Nasdem atau PDIP sebagai pendukung pemerintah yang loyal, di tengah kenyataan bahwa kedua partai ini adalah mitra pemerintah yang berseteru.