"Iye benar anggarannya Rp 600 juta dibangun pertengahan tahun 2021. Sebelum pembangunan kami sudah konsultasi dan berdasarkan aturan pusat dana BUMDes tersebut dapat digunakan untuk pembangunan fisik tapi larinya ke pertumbuhan prekonomian," ujarnya via WhatsApp.
Jabar juga tidak menampik kalau pembangunan dermaga yang kini menjadi aset BUMDes ini belum selesai. Kata dia, penyebab dermaga tersebut belum kelar disebabkan medan kerja yang cukup sulit dan keterbatasan tukang.
"Kondisi dermaga masih bagus hanya belum finis secara keseluruhan dengan anggaran segitu, ya begitu mi karena medan kerja ini di laut terkadang prediksi tidak tepat," katanya.
Lebih lanjut Jabar menyatakan, dirinya tidak dapat memprediksi berapa besaran anggaran lagi yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembangunan dermaga tersebut. Namun, ia berjanji akan berupaya menyelesaikan secara keseluruhan.
"Sebenarnya secara keseluruhan anggaran Rp 600 juta ini tidak cukup tapi kami akan berupaya menyelesaikan sisa pembangunan menggunakan saldo dana BUMDes. Terkait laporan LPPN RI, kami siap bertanggungjawab anggaran yang kami gunakan," imbuhnya.
