"Saya menjabat 2018, sementara kalau tidak salah pabrik dibangun sejak 2016. Waktu itu saya ikut pelatihan, warga Boneatiro 11 orang yang ikut. Kegiatan dibagi menjadi dua gelombang, masing-masing 30 orang. Jadi totalnya 60 orang," kata Nuryadin di kediamannya, Sabtu (9/10/2021).

Pelatihan yang diikutinya selama seminggu tersebut gratis, di sebuah balai pelatihan, di Maros Sulawesi Selatan dan segala biaya peserta ditanggung pemerintah. Lanjut Nuryadin, pelatihan dimaksud adalah pelatihan pengolahan rumput laut untuk dikelola menjadi tepung.

Terkait tanah yang dijadikan sebagai lokasi pembangunan pabrik, Nuryadin mengatakan jika tanah tersebut milik pemerintah desa yang dihibahkan. Lebih lanjut Nuryadin mengatakan, pabrik tidak beroperasi dan tidak dimanfaatkan karena fasilitasnya diduga tidak layak.

"Saya lulus pelatihan, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya. Kami hanya diberitahu akan dijadikan karyawan pabrik. Sampai sekarang pabriknya belum pernah dioperasikan. Bahkan belum diresmikan," ungkapnya.

Nuryadin menambahkan, sejak dibangun dan belum termanfaatkan, pabrik sudah dikunjungi oleh anggota DPD RI, MZ Amirul Tamim, juga Bupati Buton, La Bakry.