Pembangunan ruang terbuka hijau ini digagas pada masa Penjabat (Pj) Bupati, Sukanto Toding. Awal pengerjaannya pun menuai protes segelintir warga dikarenakan aktivitas penebangan pohon yang menurut mereka merusak hutan kota.

Sebelumnya, Pj Bupati Kolaka Utara, Yusmin, turut mengomentari aktivitas penebangan pohon di hutan kota yang diproyeksikan sebagai ruang terbuka hijau. Yusmin saat itu meminta dihentikan sementara dengan alasan cuaca ekstrem.

“Hentikan dulu penebangan pohon, panas begini orang tanam pohon kita malah menebang,” pintanya saat lauching program makan bergizi gratis pada 3 Oktober 2024 lalu.

Baca Juga: Cuaca Buruk, Pria di Baubau Tewas Saat Memancing

Diketahui, Panjang taman sesuai rencana sisi kiri dan kanan mencapai 400 meter, semester lebar 15 meter. Sisi kiri taman sudah dilakukan penimbunan.