Ia menyebut setiap personel secara intens berkoordinasi dengan para lurah untuk memantau dinamika perkembangan bencana yang terjadi di wilayahnya masing-masing.

Sebagai upaya mitigasi untuk merespons peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, BPBD DKI langsung mendesiminasikan informasi tersebut melalui website bpbd.jakarta.go.id, media sosial (Instagram, Twitter dan Facebook) dan kanal lainnya seperti WhatsApp Group dan Telegram.

Apabila terjadi kenaikan status siaga Tinggi Muka Air (TMA) di aliran sungai yang ada di Jakarta, maka peringatan dini akan disampaikan melalui Disaster Early Warning System (DEWS) dan SMS Blast.

Selanjutnya personel gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Satgas Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat, Satpol PP dan PPSU Kelurahan serta unsur terkait lainnya langsung diterjunkan di titik-titik yang menjadi kawasan rawan banjir.

“Setiap personel TRC pun melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana yang telah didistribusikan ke setiap kelurahan yang berada di kawasan rawan banjir,” tambah Isnawa.