“Peserta pelatihan ini dikhususkan bagi mahasiswa yang telah mendapatkan mata kuliah remote sensing dan Sistem Informasi Geografi (SIG) sehingga dalam pelatihan ini tidak dimulai dari awal lagi tetapi memperdalam pemahaman sehingga mereka menjadi terampil dan melakukan analisis raster dan analisis," katanya.
Ia melanjutkan pelatihan pemetaan dan pengolahan data remote sensing selain pendalaman penggunaan aplikasi pemetaan dan analsis data citra juga dikenalkan kajian kesesuaian lokasi untuk berbagai kegiatan kelautan dan perikanan.
Misalnya kesesuaian lokasi untuk daerah konservasi dan wisata bahari, kesesuaian lokasi untuk pemasangan alat tangkap sero dan daerah penangkapan serta kesesuaian lokasi untuk kegiatan budidaya perikanan baik di perairan dangkal maupun di perairan dalam.
Baca Juga: BBM Langka dan Mahal, Warga Keluhkan Hidup Makin Sulit
Keterampilan yang diperoleh nantinya bisa dikembangkan untuk bidang-bidang pengelolaan sumberdaya alam, misalnya bidang kehutanan, bidang pertanian, bidang hidrologi dan lain-lain serta untuk menganalisis potensi resiko terhadap berbagai bencana. Namun mahasiswa harus memperdalam karena sudah masuk pada lintas sektor.
