Baca Juga: Begini Gambaran Resesi Ekonomi 2023 Menurut Pengamat

Ancaman resesi global 2023 di depan mata. Kondisi ini diperjelas dengan berbagai risiko yang mulai muncul di permukaan. Laju inflasi tinggi, fenomena strong dollar, krisis pangan hingga perang yang jauh dari kata ‘damai' menjadi alasan kuat semua pemangku kepentingan di dunia menyalakan alarm bahaya.

Hal ini disampaikannya saat membuka pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara anggota G20 di Washington DC, Amerika Serikat (AS), yang disiarkan melalui akun YouTube Bank Indonesia.

"Kita bisa memproyeksikan bahwa situasi global ini pada 2022 dan mungkin bisa berlanjut hingga 2023," ungkapnya.

"Kita tidak boleh mengabaikan kemungkinan peningkatan risiko resesi," lanjut Sri Mulyani. (C)