"Jadi bantuan DAK 2019 itu, satu paket dengan laboratorium komputer, jaringan internet serta komputernya. Warga sekolah tinggal memakainya saja," katanya saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin (13/1/2020).
Saat ini, lanjut dia, terus berusaha mengusul penambahan komputer di pemerintahan pusat secara bertahap. Dengan catatan pihak sekolah mengisi Dapodik dengan jelas dan benar, bahwa sekolah yang bersangkutan membutuhkan komputer tersebut.
Pasalnya, walaupun Dikmudora Kendari melakukan pengusulan sejumlah unit komputer, tetapi kalau Dapodik Sekolah tidak menggambarkan kebutuhannya, maka tidak heran kalau usulannya ditolak.
Ia berharap, tahun ini sekolah yang belum mandiri melaksanakan UNBK, dapat melaksanakan UNBK secara mandiri. Seperti SMPN 7 Kendari di Kecamatan Abeli yang 2019 lalu menggabungkan dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kendari.
Baca Juga: Arusani Rombak Kabinetnya, Beberapa diantanya Baru Seminggu Menjabat
