"Tetapi merupakan inti dasar pondasi terdalam dari nilai kehidupan kita sebagai manusia dalam membangun peradaban, hingga lahirnya bangsa Indonesia sampai di masa sekarang ini," imbuhnya melalui sambungan telepon, Kamis (30/9/2021).
Ahali menambahkan, intisari dari kearifan lokal yang tumbuh melalui simbolisasi bingkai keberadaban dalam bentuk kesultanan ataupun kerajaan, yakni nilai perilaku kemurnian manusia sejati, yang mesti dizohirkan dalam bentuk perilaku keseharian.
"Yakni memiliki integritas dan kesadaran yang tinggi akan hakikat keberadaan dan peran kita masing-masing," tuturnya.
Yang tentu saja, lanjut Ahali, di situ saling menghormati dan menghargai adalah wujud nyata dari perilaku manusia yang akan diperjalankan Tuhan menuju kepada keselamatan atau kesuksesan.
Dalam hal membangun daerah pun, Ahali memiliki keyakinan yang kuat atas dasar nilai kearifan lokal yang apabila mampu dipahami dan diamalkan, maka daerah itu akan menemukan jalannya menuju kepada kemajuan yang memakmurkan.
