"Sebaliknya apabila tidak dipahami, dimengerti, terlebih diamalkan maka daerah itu akan selalu terjebak pada persoalan yang sulit untuk maju," jelasnya.
Baca juga: Pengesahan APBD-P Jatim 2021 Berjalan Mulus, Fraksi Gerindra Melunak
Baca juga: Sanksi Menanti Pengelola SPBN Sapoiha Kolut Jika Terbukti Melanggar
Baginya, Butur sudah saatnya melakukan pendalaman pemahaman secara utuh dan menyeluruh, memiliki kesadaran tinggi atas kearifan lokal yang berhasil dibangun dan didirikan pada generasi dimasa lampau. Hingga menemukan pesan dan hikmah di balik simbolisasi yang telah ditinggalkan.
"Agar kita menemukan jati diri sejati kita, sehingga disanalah akan kita dapat membangun persatuan, persaudaraan dalam bingkai kesatuan yang kokoh," papar orang nomor 2 di jazirah utara Pulai Buton ini.
