Pemakaian hadis lemah (dhaif) sebagai rujukan dalam ibadah tidak diperkenankan, apalagi hadis palsu (maudhu). Beberapa ulama memberikan kelonggaran, hadis lemah bisa dipakai untuk motivasi dalam ibadah.
Memang salah satu manfaat pemilahan pemakaian dalil yang sahih itu adalah agar tetap pada ajaran Islam yang murni. Tidak terkontaminasi dengan susupan pemikiran dari orang-orang yang mau merusak Islam atau kejahilan segelintir orang.
Olehnya itu, masyarakat umum perlu mengetahui hadis palsu atau hadis lemah seputar Ramadan yang selama ini marak beredar. Untuk memudahkan pembaca, berikut ini kami tuliskan 12 hadis yang lemah atau palsu itu, seperti dilansir dari muslim.or.id.
Dalam tulisan ini, tidak menjelaskan sisi kelemahan hadis yang dimaksud. Untuk memudahkan, hanya menyebutkan kesimpulan dari peneliti hadis. Bagi yang ingin menelisik lebih dalam bisa merujuk kitab ulama yang bersangkutan.
Hadis 1
