Skemanya simpel dan ada ‘bonus’ relaksasi. Sementara utang Pemprov masuk dalam skema pinjaman reguler, di mana syaratnya jauh lebih ribet di banding skema PEN yang diterima Pemkot Kendari.

Ia pun berharap kepala daerah bisa memanfaatkan peluang pinjaman dana di PT SMI guna akselarasi program pembangunan infrastruktur di daerah masing-masing.

“Kalau Pak Wali Kota Kendari pinjaman ke SMI masuk dalam program PEN , kalau gubernur reguler. Rumah sakit ini jika dibangun dengan baik akan beri kontribusi PAD,” pungkas Haerul Saleh. (B)

Reporter: Siswanto Azis

Editor: Kardin