JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah menyebut pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 berpotensi menjadi Haji Akbar. Hal ini karena wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada hari Jumat. Menteri Agama menyampaikan bahwa momen ini memiliki keutamaan pahala yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun biasa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, tahun ini puncak ibadah haji di Arafah kemungkinan akan berlangsung pada Jumat, 9 Dzulhijjah 1446 H, atau bertepatan dengan 6 Juni 2025. Kondisi ini membuat ibadah haji tahun ini disebut sebagai Haji Akbar.

"Tahun ini, insyaallah adalah haji akbar. Pahalanya 70 kali lebih besar dari haji biasa," kata Nasaruddin saat membuka Manasik Haji Nasional 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, Senin (21/4/2025).

Nasaruddin mengajak para jamaah untuk menyambut Haji Akbar dengan persiapan yang baik dan niat yang ikhlas. Ia menjelaskan bahwa keutamaan haji tidak hanya diukur dari pelaksanaan di tanah suci, tetapi juga dari perilaku setelah kembali ke tanah air.

"Makbulnya haji ialah ketika seluruh rukun dan syarat dipenuhi, maka insya Allah hajinya makbul. Tapi yang kita inginkan lebih dari itu adalah mabrur. Haji mabrur itu tidak diukur pada saat pelaksanaan hajinya atau ketika kita masih di tanah suci, tapi diukur setelah kita pulang dari tanah suci," ucapnya.