Dalam urusan pelayanan, Nasaruddin menekankan pentingnya keadilan dan tanggung jawab. Ia meminta petugas haji untuk melayani semua jamaah tanpa membedakan kelompok atau latar belakang.
"Kami tidak akan berbeda-bedakan siapapun. Saya tekankan kepada seluruh petugas haji itu menjadi amanah, jangan memilih-milih jamaah untuk ditolong. Kalau kami mendengarkan ada semacam penelantaran jamaah karena bukan kelompoknya, bisa dipastikan tidak akan pernah dipakai lagi di kemudian hari," kata Nasaruddin.
Ia juga memotivasi petugas haji agar bekerja dengan maksimal karena tugas mereka sangat penting dalam kelancaran ibadah jamaah. Petugas yang bekerja tulus diyakini mendapatkan pahala lebih besar.
"Kalau jamaah haji dapat pahala 10, maka petugas haji ini bisa double. Sementara jamaah hajinya sudah istirahat tidur, tetapi para petugas masih berpanas-panasan untuk mengurus jamaah di tempat lain. Maksimumkan perjuangan pertolongan kepada para jamaah, maka insya Allah, Allah pun juga akan menolong kita," ujar Nasaruddin.
Nasaruddin menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan ibadah haji. Ia menyatakan bahwa Kementerian Agama sudah berupaya maksimal namun tetap memiliki keterbatasan sebagai manusia.
