“Beliau (Bintan Saragih) dulunya merupakan (anggota) Dewan Etik MK. Namun, karena kelembagaannya sekarang adalah MKMK, jadi memungkinkan beliau untuk menjadi anggota MKMK,” jelas Enny.
Mengenai para anggota MKMK yang diberi amanah, menurut Enny, disesuaikan dengan ketentuan dalam Pasal 27A UU MK (UU Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 24 Tahun 2003) terkait keanggotaan MKMK.
Dia pun berharap tidak ada pihak-pihak yang mengintervensi kerja MKMK walaupun bersifat ad hoc.
“Berkenaan dengan perkara ini, kami berharap ini diselesaikan secepatnya sehingga dibentuklah majelis yang bersifat ad hoc. Nanti kami akan segerakan untuk membuat lembaga ini menjadi definitif,” beber Enny.
Surat keputusan pembentukan MKMK segera ditandatangani oleh Ketua MK, Anwar Usman.
