Surya Paloh diyakini juga akan berusaha mati-matian membangun citra bersih dari Nasdem, seperti ia telah menantang Kejagung untuk periksa aliran dana korupsi yang diduga mengalir ke partai nasdem, pernyataan ini patut diapresiasi. Pernyataan ini juga menunjukkan konsentrasi Nasdem akan sangat fokus kepada membangun kembali citra dan keutuhan internalnya.  

Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai Nasdem diyakini akan lebih konsentrasi khusus kepada Partai Nasdem ke depannya dibandingkan kepada soal gerak politik Anies sebagai calon presiden (capres).

Sebab, Surya Paloh juga dipermalukan kedua kalinya oleh orang kepercayaannya sebagai Sekjen Partai Nasdem, utamanya Surya Paloh juga dibuat malu ternyata sesumbarnya malah jadi bumerang.

Surya Paloh juga dibuat malu, ia dianggap pandai sebagai ‘king maker’ dalam memilih capres, tetapi tidak pandai menunjuk Sekjennya yang bersih dari perilaku korupsi, maupun mengingatkan minimal Sekjennya untuk tidak korupsi, ini ditunjukkan dengan fakta dua kali Sekjen Nasdem tersangkut kasus korupsi.

Diyakini pula dampak politik yang dapat diterima oleh Nasdem adalah posisi Partai Nasdem terancam akan mengalami penurunan elektabilitas secara kepartaian. Nasdem diyakini dapat saja akan terpental dalam posisi kelima ke depannya, sebab penetapan dari saksi menjadi tersangka atas Sekjen Nasdem terjadi menjelang Pemilu Serentak akan berlangsung.