Ia juga mengaku, perbaikan jalan provinsi itu turut dibantu oleh warga dari Kabupaten Manggarai Barat. Tidak saja warga 4 desa di Kecamatan Reok Barat, tetapi juga warga yang datang dari kabupaten sebelah yakni Pogol, Lewat dan Pateng.

"Jalan rusak ini kan menghubungkan dua kabupaten. Karena itu warga di kabupaten sebelah yang juga merasakan dampak dari jalan ini datang membantu. Semuanya pakai gotong royong," tuturnya.

Lebih lanjut Maximilian mengatakan, perbaikan jalan tersebut memakan waktu hampir seminggu. Beberapa unit mobil dum truck dikerahkan untuk mengangkut batu dari gunung dan kebun-kebun warga.

"Setiap hari sekitar 5 sampai 6 ret mobil dump truck mengangkut batu untuk ditumpahkan di jalan itu. Sebenarnya bisa sampai 10 ret sehari, tetapi karena kondisi tanahnya masih lembek membuat mobil dump truck macet berjam-jam karena susah melintas," ungkapnya.

Semua warga yang ikut gotong royong memperbaiki jalan provinsi itu merasa puas kendati upaya perbaikannya hanya bersifat sementara.