YERUSALEM, TELISIK.ID - Di tengah ketegangan yang kembali meningkat di Jalur Gaza, Hamas menegaskan bahwa mereka masih memegang komitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata, meskipun menuduh Israel telah melanggarnya melalui serangan-serangan terbaru yang menewaskan puluhan warga sipil.
Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (29/10/2025) setelah bentrokan dan tudingan pelanggaran gencatan senjata kembali mencuat di kedua pihak.
Dalam pernyataannya, Hamas menilai serangan udara yang dilakukan Israel di beberapa wilayah Gaza menunjukkan upaya untuk merusak kesepakatan damai yang sudah disepakati.
“Serangan terbaru Israel di Gaza menunjukkan niatnya untuk merusak kesepakatan gencatan senjata dan memaksakan realitas baru dengan kekerasan, di tengah keterlibatan pemerintah Amerika Serikat,” demikian bunyi pernyataan resmi Hamas, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Sabtu (1/11/2025).
Baca Juga: Kerja Sama Antariksa China-Pakistan, Satu Astronaut Siap Jalankan Misi ke Orbit
