Prinsip tersebut menjadi pedoman bagi anggota IWSS dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tenggara.

Memasuki tahun ke-49, Harmawati berharap hubungan antar-pengurus wilayah dan daerah semakin solid. Ia juga mendorong IWSS agar terus menjadi ruang kebersamaan yang terbuka bagi kaum perempuan dari berbagai latar belakang suku.

Menurutnya, keberadaan organisasi paguyuban tidak cukup hanya menjadi tempat menjalin silaturahmi. IWSS juga perlu memperluas kegiatan yang memberikan manfaat langsung, terutama dalam mendorong kemandirian perempuan di bidang ekonomi dan sosial.

Salah satu upaya yang menjadi perhatian adalah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan. Melalui kegiatan tersebut, anggota diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Selain sektor ekonomi, kegiatan bakti sosial di bidang kesehatan juga menjadi bagian dari fokus program IWSS Sultra ke depan. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat sekaligus memperluas kontribusi organisasi di lingkungan tempat para anggotanya bermukim.