"Jadi, mengenai penyitaan handphone dan saat itu juga sianida dipesan serta adanya dugaan pengancaman itu sudah kami sampaikan dalam pemeriksaan tadi. Itulah yang kami harapkan agar kasus ini benar-benar terungkap, sangat penuh kejanggalan," tambahnya.
Baca Juga: Istri Anggota Polisi Tewas Penuh Kejanggalan Diperiksa Propam, Kapolda Angkat Bicara
Pengacara dan pihak keluarga yakin bahwa kasus dugaan penggelapan pajak ini melibatkan pihak lainnya. Sebab, Bripka Arfan Saragih tidak mungkin bermain sendiri dengan dana Rp 2,5 miliar.
"Sedangkan almarhum Bripka Arfan diduga berkisar Rp 1,3 miliar dan itu juga sudah dibayarkannya sekira Rp 700 juta. Jadi, diduga memang ada pihak lainnya yang terlibat. Inilah harus diungkap sampai jelas dan tuntas, mengenai kematian yang tidak wajar dan penggelapan pajak itu," terangnya.
Terpisah, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra berjanji akan mengusut tuntas kematian Bripka Arfan Saragih yang dinilai keluarganya janggal.
